Sistem Operasi Linux

Linux adalah clone sistem operasi Unix yang sudah sangat terkenal. Ditulis dari awal oleh Linus Torvalds dan dengan bantuan sebuah tim yang bekerja sama dan berkomunikasi melalui jaringan Internet. Tujuan yang akan dicapai adalah sebuah sistem operasi yang sesuai dengan spesifikasi POSIX dan Single UNIX.

Sistem operasi ini mempunyai fitur-fitur yang diharapkan dari sebuah sistem operasi modern yang meniru Unix, termasuk multitasking, virtual memory, shared libraries, demand loading, shared copy-on-write executables, proper memory management, dan multistack networking termasuk IPv4 and IPv6.

Meskipun dikembangkan pertama kali untuk Komputer 32-bit berbasis chip Intel x86 (386 ke atas), saat ini Linux sudah bisa berjalan di berbagai chip prosesor yang ada di pasaran. Seperti Alpha AXP, Sun SPARC, Motorola 68000, PowerPC, ARM, Hitachi SuperH, IBM S/390, MIPS, HP PA-RISC, Intel IA-64, AMD x86-64, AXIS CRIS, Renesas M32R, Atmel AVR32, Renesas H8/300, NEC V850, Tensilica Xtensa, dan arsitektur Analog Devices Blackfin. Beberapa diantaranya bisa didapatkan untuk varian 32-bit dan 64-bit.

Pada dasarnya Linux bisa digunakan untuk arsitektur prosesor 32-bit atau 64-bit, selama sistem tersebut mempunyai paged memory management unit (PMMU) dan sudah tersedia port GNU C compiler (gcc) yang merupakan bagian dari GNU Compiler Collection, GCC. Meskipun begitu Linux juga sudah dibuat untuk beberapa arsitektur prosesor yang tidak mendukung PMMU, tentu saja kemampuannya jadi terbatas.

Sumber: http://kernel.org/